PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP KANDUNGAN FLAVONOID, KADAR AIR DAN TINGKAT KESUKAAN PADA TEH DAUN KERSEN
Kata Kunci:
daunkersen; flavonoid; kadar air; pengeringan; tehAbstrak
Diabetes tipe II disebabkan oleh resistensi insulin, artinya insulin tercukupi namun kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik. Daun kersen menjadi salah satu pengobatan non farmakologis diabetes tipe 2 dikarenakan daun kersen mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antidiabetes. Pemanfaatan tanaman obat menjadi produk merupakan inovasi kesehatan terbaru yaitu produk teh herbal. Proses pengeringan diperlukan dalam teh herbal untuk mengurangi kadar air. Pengeringan juga mempunyai dampak terhadap total flavonoid dari teh herbal tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kandungan flavonoid, kadar air dan tingkat kesukaan pada teh daun kersen (Muntingia calabura L.). Metode penelitian menggunakan laboratorium 2 kali pengulangan, dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 taraf perlakuan yaitu P1 matahari langsung, P2 oven cabinet dry suhu 500C dan P3 cabinet dry suhu 600c. Pengujian flavonoid menggunakan spektrofotometer UV-Vis, kadar air menggunakan metode gravimetri sedangkan tingkat kesukaan menggunakan uji hedonik. Nilai rata-rata kandungan flavonoid P1 (22 mg QE/g), P2 (44 mg QE/g) dan P3 (33 mg QE/g). Nilai rata-rata kadar air P1 (10,5%), P2 (5,11%) dan P3 (5,01%). Hasil analisis uji Anova menunjukan bahwa metode pengeringan berpengaruh nyata (p=0,001) pada kandungan flavonoid dan tidak berpengaruh nyata (p=0,0102) pada kadar air dan tingkat kesukaan panelis baik rasa, aroma maupun warna. Perlakuan terbaik terdapat pada P1 menghasilkan teh daun kersen dengan mutu terbaik untuk kandungan flavonoid, kadar air dan tingkat kesukaan parameter rasa (khas daun kersen) dan warna (coklat kekuningan) yang disukai, sedangkan parameter aroma (khas daun kersen) yang disukai yaitu P1.
Referensi
Afriansyah, F. (2016). Uji Organoleptik Teh Herbal Dari Kulit Buah Salak Pondoh Hitam (Salacca Edulis Reinw) Sebagai Alternatif Minuman Penderita Diabetes (Doctoral dissertation, STIKes Insan Cendekia Medika Jombang).
Allo, O. A., & Patabang, M. (2023). Pengaruh Terapi Rebusan Daun Kersen Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Pada Masyarakat Di Puskesmas Sa’dan Malimbong Kabupaten Toraja Utara Tahun 2023. Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif, 8(1), 162-171.
Candraningsih, A., Ismiyati, I., Fithriyah, N. H., & Hendrawati, T. Y. (2022). Proses Pengeringan dan Ekstraksi Ultrasonik Daun Kersen (Muntingia calabura L.) sebagai Antioksidan Potensial. Jurnal Teknologi, 14(2), 247-254.
Handoyo, D. L. Y., & Pranoto, M. E. (2020). Pengaruh Variasi Suhu Pengeringan Terhadap Pembuatan Simplisia Daun Mimba (Azadirachta indica). Jurnal Farmasi Tinctura, 1(2), 45-54.
IDF. (2021). International Diabetes Federation Atlas 2021. https://diabetesatlas.org.
Nursiam, D. F., Rahmiyani, I., Nurviana, V., & Shalela, R. R. (2022, December). Pengaruh Metode Pengeringan yang dilakukan oleh Hatra terhadap Kadar Flavonoid Total Daun Muntingia calabura L, Clidemia hirta (L.) D. Don, Morus alba. In Prosiding Seminar Nasional Diseminasi Hasil Penelitian Program Studi S1 Farmasi (Vol. 2, No. 1).
Patin, E. W., Zaini, M. A., & Sulastri, Y. (2018). Pengaruh variasi suhu pengeringan terhadap sifat fisiko kimia teh daun sambiloto (Andrographis paniculata). Pro Food, 4(1), 251-258.
Ramadhana, K. P. W. (2017). Studi Eksperimental Pengaruh Kecepatan Aliran Udara Ventilasi Terhadap Efektivitas Penggunaan Kalor Oven Energi Listrik Untuk Proses Pengeringan Daun Kersen (Doctoral dissertation, Institut Teknologi Sepuluh Nopember).
Samosir, P. E., Tafzi, F., & Indriyani, I. (2019, November). Pengaruh metode pengeringan daun pedada (Sonneratia caseolaris) untuk membuat minuman fungsional sebagai sumber antioksidan. In Seminar Nasional Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Berbasis Sumber Daya Lokal (pp. 318-342).
Siringoringo, E. (2021). Pengaruh Rebusan Daun Kersen Terhadap Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Bontobahari. Jurnal Kesehatan Panrita Husada, 6(2), 161-170.
SKI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia 2023 Jakarta Pusat https://www.badankebijakan.kemkes.go.id.
Indonesia, B. S. N. (2013). Standar Nasional Indonesia: Teh kering dalam kemasan. Jakarta, www.bsn.go.id.
Sopiah, P., & Astuti, A. (2024). Systematic Review: Perbandingan Lidah Buaya Dan Daun Kersen Dalam Menurunkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 9(3).
Widarta, I. W. R., & Wiadnyani, A. A. I. S. (2019). Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Aktivitas Antioksidan Daun Alpukat. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 8(3), 80-85.
Wijaya, A., & Noviana, N. (2022). Penetapan Kadar Air Simplisia Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) Berdasarkan Perbedaan Metode Pengeringan. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 4(2), 185-194.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Wiva Varihatun Nisa, Yuswati , Ika Amalina Bonita

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




