FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RSUD DR.M YUNUS BENGKULU

  • Yulita Elvira Silviani Stikes Tri Mandiri Sakti Bengkulu
  • Epiani Epiani Stikes Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor usia, paritas, dan riwayat abortus yang berhubungan dengan kejadian abortus di ruang CI Kebidanan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan case control. Pengambilan sampel kasus secara total sampling yaitu sebanyak 69 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia, paritas dan riwayat abortus dengan kejadian abortus di ruang CI kebidanan RSUD Dr.M.Yunus pada tahun 2016. Dibutuhkan peran dari petugas kesehatan untuk memberikan informasi dan promosi kesehatan terhadap pasangan usia subur, mengenai usia ibu yang ideal untuk hamil, jarak kelahiran, pola nutrisi yang baik, pekerjaan yang dilakukan ibu dan juga menganjurkan ibu untuk menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, sehingga komplikasi obstetri dapat terhindari ataupun dapat berkurang.

References

Dinkes Provinsi Bengkulu. (2014). Profil kesehatan provinsi Bengkulu tahun 2014. Bengkulu: Dinas kesehatan Provinsi Bengkulu.
Kemenkes R.I. (2015). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2014. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Manuaba, I.B.G. (2010). Gawat Darurat Obstetric-ginekologi & obstetric ginekologi Social untuk Profesi Bidan. Jakarta: EGC.
Nugroho, T. (2011). Buku Ajar Obstetri untuk mahasiswa Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Prawirohardjo, S. (2014). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Prasetyawati,A.E. (2012) Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam Millenium Development Goals (MDGs).Yogyakarta. Nuha Medika.
Rahmi, R. Rachmawati & Kurniawati. (2013). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus. Jurnal Media Kesehatan, 6. 102-200
Junita,E& Asmah. (2013). Hubungan Umur Ibu Hamil dengan Kejadian Abortus di RSUD Rokan Hulu. Jurnal Maternity and Neonatal.1, 67-74
Pariani, N. L. D., Wahyuni, S., & Yuswantina, R. (2014). Faktor Resiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Spontan Di Rsud Ungaran Kabupaten Semarang.
Syaifuddin, A.B (2010). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Utami. (2012). Abortus Spontan Pada Ibu. Jurnal Ilmu Kesehatan. 13 (2), 131-134
Wirdhana, I., Muin, Edi., Windrawati, W., Hendardi, A., Nuranti, A., Trihantoro, D., Angkawijaya, A., Isyanah, A., Suparyati, R., Marifah, K., Kusumastuti, I., Suharno, R., Soetriningsih., Zuhdi, A., Setiadi, E., Susilo, P. (2013). Buku Pegangan Kader BKR Tentang Delapan Fungsi Keluarga. Jakarta: BKKBN
Winkjosastro, G. H. dkk. (2008). Asuhan Persalinan Normal. Jakarta
Published
2018-07-03
How to Cite
SILVIANI, Yulita Elvira; EPIANI, Epiani. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RSUD DR.M YUNUS BENGKULU. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI), [S.l.], v. 4, n. 1, p. 64-78, july 2018. ISSN 2615-5516. Available at: <https://ojs.poltekkes-malang.ac.id/index.php/JIKI/article/view/342>. Date accessed: 24 may 2022.