ANALISIS KELENGKAPAN FORMULIT CASEMIX INA CBG'S PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BHIRAWA BHAKTI KOTA MALANG
Keywords:
Completeness, Casemix, INA-CBG’s, Medical Records, BPJS ClaimsAbstract
Kelengkapan pengisian formulir Casemix INA-CBG’s merupakan salah satu indikator penting dalam menjamin mutu rekam medis dan kelancaran proses klaim pembiayaan pelayanan kesehatan. Ketidaklengkapan data pada formulir tersebut dapat menyebabkan keterlambatan bahkan penolakan klaim oleh BPJS Kesehatan, sehingga berdampak pada aspek administratif dan finansial rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelengkapan formulir Casemix INA-CBG’s pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Bhirawa Bhakti Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional melalui checklist terhadap 75 formulir yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan identifikasi pasien mencapai 100%, pelaporan penting 98,6%, autentikasi 67,5%, dan pendokumentasian 40%. Ketidaklengkapan terutama ditemukan pada aspek autentikasi dan pendokumentasian. Disimpulkan bahwa kelengkapan formulir Casemix INA-CBG’s masih belum optimal dan berpotensi mempengaruhi mutu rekam medis serta efektivitas proses klaim pelayanan kesehatan.
References
BPJS Kesehatan. (2023). Panduan Praktis Administrasi Klaim Jaminan Kesehatan Nasional. BPJS Kesehatan.
Daniyah, R., Utami, S. E., & Khuluq, M. A. (2024). Hubungan Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Dengan Akurasi Coding ICD-10. Journal of Medical Records and Health Information, 5(1). https://doi.org/10.58535/jrmik.v5i1.65
Hatta, G. R. (2021). Pedoman manajemen informasi kesehatan di sarana pelayanan kesehatan. Universitas Indonesia Press.
Hidayat, A. D., Jayanti, K. D., & Oktaviasari, D. I. (2023). Hubungan Kelengkapan Informasi Rekam Medis Dengan Keakuratan Kode Diagnosis. Jurnal Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan Indonesia, 3(1). https://doi.org/10.62951/jurmiki.v3i1.46
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022a). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022b). Petunjuk Teknis Pelayanan Kesehatan dalam Jaminan Kesehatan Nasional. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Sistem Casemix INA-CBG dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional. Kementerian Kesehatan RI.
Komisi Akreditasi Rumah Sakit. (2022). Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1.1. KARS.
Opitasari, C., & Nurwahyuni, A. (2018). The Completeness and Accuracy of Clinical Coding on INA-CBGs Claim. Health Science Journal of Indonesia, 9(1). https://doi.org/10.22435/hsji.v9i1.464
Suryandari, E. S. D. H., Syajidah, A. M., & Zein, E. R. (2024). Hubungan Kelengkapan Informasi Medis Dengan Keakuratan Kode Diagnosis. Jurnal Ilmiah Perekam Dan Informasi Kesehatan Imelda, 10(2). https://doi.org/10.52943/jipiki.v10i2.1956
Wahyuni, A., Khumaira, N. F., & Siska, S. (2023). Hubungan Kelengkapan Rekam Medis Terhadap Akurasi Pengkodean ICD-10 dan ICD-9. J-REMI: Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan, 5(3). https://doi.org/10.25047/j-remi.v5i3.4947
World Health Organization. (2019). International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD-10) (10th Revision). World Health Organization.
World Health Organization. (2020). Medical Records Manual: A Guide for Developing Countries. WHO Press.
World Health Organization. (2021). Global patient safety action plan 2021–2030. World Health Organization.
World Health Organization. (2023a). Improving the Quality of Health Information Systems. World Health Organization.
World Health Organization. (2023b). Strengthening health information systems: Toolkit for assessing data quality. World Health Organization.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Chyntia Vicky Alvionita, Yaricha Fatikasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







