KONSELING GIZI TERHADAP PENGETAHUAN GIZI DAN SIKAP IBU, POLA MAKAN SERTA TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN BALITA GIZI KURANG

  • Rinda Kusumaningrum Poltekkes Kemenkes Malang, Jalan Besar Ijen No 77 C Malang, Jawa Timur
  • Astutik Pudjirahaju Poltekkes Kemenkes Malang, Jalan Besar Ijen No 77 C Malang, Jawa Timur

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling gizi terhadap pengetahuan gizi dan sikap ibu, pola makan serta tingkat konsumsi energi dan protein balita gizi kurang di Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan desain pre and post-test one group design. Subjek penelitian ini adalah 13 balita gizi kurang usia 2 – 3 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Data pengetahuan dan sikap ibu dikumpulkan melalui kuesioner. Data pola makan dan tingkat konsumsi dengan metode food recall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling gizi  meningkatkan pengetahuan gizi ibu 20,3%, sikap ibu 7,2%, pola makan pada bahan makanan pokok 8,1%, sayuran 18,5%, buah 25,9%, lauk  nabati 11,9%, serta lauk hewani 25,9%, tingkat konsumsi energi 9,4% dan protein 15,2%. Konseling memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan gizi ibu dan pola makan balita pada bahan makanan sayur, buah serta lauk hewani (p < 0,05), namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap ibu, pola makan pada bahan makanan pokok dan lauk nabati, tingkat konsumsi energi serta protein (p > 0,05). Meskipun pola  makan balita menunjukkan perubahan, peningkatan pola makan yang terjadi masih belum memenuhi standar yaitu dalam kategori sangat rendah sehingga diperlukan intervensi konseling gizi dengan diikuti intervensi PMT (Pemberian Makanan Tambahan) selama 90 hari untuk meningkatkan praktik pemberian makan pada balita yang akan meningkatkan pola makan serta tingkat konsumsi energi dan protein.


 


Kata kunci: Konseling Gizi, Pengetahuan Gizi, Pola Makan, Sikap, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein 

References

Adriani, M dan Kartika, V. (2013). Pola Asuh Makan pada Balita dengan Status Gizi Kurang di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kalimantan TengahTahun 2011. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan 16(2): 185-193
Anida, M. (2015). Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Gizi Ibu terhadap Status Gizi Balita (6-24 bulan) pada Komunitas Nelayan Kota Karang Raya Teluk Belitung Timur Bandar Lampung. Skripsi. Lampung: Universitas Bandar Lampung.
Ariska, Y, Kustiyah, L dan Widodo, Y. (2015). Perubahan Status Gizi Balita Pada Program Edukasi dan Rehabilitasi Gizi. Jurnal Gizi Pangan 10(3): 157-164.
Azzahra, MF dan Muniroh, L. (2015). Pengaruh Konseling terhadapPengetahuan dan Sikap Pemberian MP-ASI. Media Gizi Indonesia 10(1): 20-25.
Azwar, S. (2003). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya Edisi ke-2. Yogyakarta: Pusaka Belajar.
Depatemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. (2014). Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rajawali Pers.
Devi, M. (2010). Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Status Gizi Balita di Pedesaan. Teknologi dan Kejuruan 33(2):183-192.
Fuada, N dan Hidayat TS. (2015). Kecukupan Energi dan Protein pada Anak-anak (24-
59 bulan) di Indonesia. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah 13(1): 83-92.
Hestuningtyas, TR dan Noer, ER. (2013). Pengaruh Konseling Gizi terhadap Pengetahuan, Sikap, Praktik Ibu dalam Pemberian Makan Anak dan Asupan Zat Gizi Anak Stunting usia 1-2 tahun di Kecamatan Semarang Timur. Journal of Nutition College 3(1): 17-25.
Hidayah, AK dan Hidayanti, L. (2013). Intervensi Konseling terhadap Peningkatan Berat Badan Balita Gizi Kurang. Jurnal Universitas Siliwangi: Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Siliwangi, Tasikmalaya.
Isnaini, N. (2016). Hubungan Pola Asuh, Pola Makan dan Penyakit Infeksi dengan Kejadian Gizi Buruk pada Balita di Kabupaten Magetan tahun 2016. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Kementerian Kesehatan RI. (2014). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI.(2016). Tahun 2015, Pemantauan Status Gizi Dilakukan di Seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia. Jakarta
Madanijah, S, Syarief, H, Karyadi, D, Aunuddin dan Patmonodewo, S. (2005). Model Pendidikan “G-PSI-SEHAT” bagi Ibu dan Dampaknya terhadap Perilaku Ibu dan Lingkungan Pembelajaran Anak Usia Dini. Media Gizi & Keluarga 29(2): 1-13.
Marut, UD. (2008). Studi tentang Aspek Sosial Ekonomi dan Budaya serta K a i t a n n y a dengan Masalah Gizi Kurang di Kabupaten Manggarai,Nusa Tenggara Timur. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Moehji, S. (2002). Ilmu Gizi: Pengetahuan Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Papas Sinar Sinanti.
Mustikawati, D, Aswin, AAG, Pudjirahaju, A dan Tapriadi. (2013). Edukasi Pola Pemberian ASI-MPASI dan Tumbuh Kembang Balita Status Gizi Kurang Usia 7-24 Bulan. Jurnal Pendidikan Kesehatan 2(2): 95-106.
Nilawati, M. (2016). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Batita di Desa Kemiri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Artikel Ilmiah. Semarang: STIKES Ngudi Waluyo Ungaran.
Pratiwi, H, Bahar, H dan Rasma, R. (2016). Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Ibu dalam Upaya Pencegahan Gizi Buruk pada Balita Melalui Metode Konseling Gizi di Wilayah Kerja Puskesmas Wua-wua Kota Kendari tahun 2016. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat 1(3): 1-8.
Purwaningrum, S dan Yuniar W. (2012). Hubungan Antara Asupan Makanan dan Status Kesadaran Gizi Keluarga dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sewon I, Bantul. Jurnal Kesehatan Masyarakat UAD 6(3): 190-202.
Riset Kesehatan Dasar. (2013). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Rohimah, E, Kustiyah L dan Hernawati, N. (2015). Pola Konsumsi, Status Kesehatan dan Hubungannya dengan Status Gizi dan Perkembangan Balita. Jurnal Gizi Pangan 10(2): 93-100.
Salimar, Mulyati, M, Triwinarto, A dan Dewi, R. (2009). Peran Penyuluhan dengan Menggunakan Leaflet terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita Gizi Kurang. The Journal of Nutrition and Food Research 32(2): 122-130.
Sofiyana, D dan Noer ER. (2013). Perbedaan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Sebelum dan Setelah Konseling Gizi pada Balita Gizi Buruk. Journal of Nutrition College 2(1): 134-144.
Suhardjo. (2003). Pemberian Makanan Pada Bayi dan Anak. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Supariasa, IDN dan Kusharto, CM. (2014). Survey Konsumsi Gizi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Supriatin, A. (2004). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pola Asuh Makan dan Hubungannya dengan Status Gizi Balita. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Wanatorey, D, Juliana, M dan Adiyanti,M G . (2006). Pengaruh Konseling Gizi Individu terhadap Pengetahuan Gizi Ibu dan Perbaikan Status Gizi Balita Gizi Buruk yang Mendapatkan PMT Pemulihan di Kota Sorong Irian Barat. Sains Kesehatan 19(2): 153-165.
Wiboworini, B. (2009). Gizi dan Kesehatan. Jakarta: Macanan Jaya Cemerlang.
Yuandari, M. (2012). Gambaran Konseling Gizi pada Balita Bawah Garis Merah (BGM) berdasarkan Pedoman Konseling Gizi Depkes RI 2008. Skripsi. Jember: Universitas Negeri Jember.
Published
2018-06-06
How to Cite
KUSUMANINGRUM, Rinda; PUDJIRAHAJU, Astutik. KONSELING GIZI TERHADAP PENGETAHUAN GIZI DAN SIKAP IBU, POLA MAKAN SERTA TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN BALITA GIZI KURANG. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI), [S.l.], v. 4, n. 1, p. 53-63, june 2018. ISSN 2615-5516. Available at: <http://ojs.poltekkes-malang.ac.id/index.php/JIKI/article/view/251>. Date accessed: 15 aug. 2020. doi: https://doi.org/10.31290/jiki.v(4)i(1)y(2018).page:53-63.