STUDI PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI “PENDIDIKAN SEKS USIA DINI” DI TK AISYIYAH IV KOTA KEDIRI

  • Mika Mediawati Poltekkes Kemenkes Malang

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan kesejahteraan fisik, mental, sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem, fungsi-fungsi dan proses reproduksi (cholil,1996). Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sangat penting diberikan kepada generasi muda untuk mencegah adanya berbagai risiko perilaku seksual yang menyimpang seperti kehamilan diluar nikah, pelecehan seksual, dan penyakit menular seksual. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi ini akan lebih maksimal jika diberikan sejak dini yaitu sejak usia Balita. Berdasarkan penjelasan dari Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak Aisyiyah IV, disekolah belum ada materi khusus tentang pendidikan seks usia dini. Selama ini pendidikan seks masih dianggap tabu sehingga dalam pemberiannya pun masih kurang. Pengabmas terdiri dari beberapa kegiatan yaitu pemberian penyuluhan, menyanyi, pendampingan, monitoring dan evaluasi, terbagi dalam tiga tahap yaitu Pengabmas tahap I, II dan monitoring dan evaluasi. Hasil Pre-Post test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan serta antusias peserta mengangkat tangan tanda ingin menjawab saat pertanyaan diberikan. Materi dan lagu yang telah diberikan dapat diberikan secara berkelanjutan baik terhadap siswa yang telah diberi materi sebagai pengingat saja maupun siswa angkatan baru yang belum pernah mendapat materi sebelumnya.Head Master of Aisyiyah IV Kindergaten statement,“Here are never get any special lecture about early age sexual education. All the time, sexual education still remain taboo, so the lecture still few”. Community service consists of several activities, such as counseling, singing, accompaniment, monitoring and evaluation, activities divided into three phase, Pengabmas phase I, II and monitoring and evaluation. Result of Pre-Post test showing not only knowledge but also enthusiastic increasement from participant that raising hand for answer the question given. Subject and song that been given can be given continuously for educated student as a reminder and for newly student that haven’t get educated before.

References

1. Suraji dan Sofia rahmawati, (2008), Pendidikan Seks Bagi Anak Panduan Keluarga Muslim, Yogyakarta: Pustaka Fahima.
2. Nadliroh, Iin. 2017. 7 Cara Mengenalkan Pendidikan Seks pada Anak Usia Dini. Diakses tanggal 10 Maret 2018 jam 10.35 WIB.https://www.kompasiana.com/iinnadliroh/5a13e0e7a07a633aed332823/7-cara-mengenalkan-pendidikan-seks-pada-anak-usia-dini
3. Ainys, Aisyah Nur, Warsiti. 2017. Gambaran Peran Orang Tua dalam Memberikan Pendidikan Seks Dini di Kelompok Bermain ‘Aisyiyah Rejodani, Sleman Menurut Perspektif Islam. Diakses tanggal 13 Maret 2018 jam 11.00 WIB.http://digilib.unisayogya.ac.id/2501/1/naskah%20publikasi%20aisyah%20nur%20ainys%20201310201002.pdf
4. Niken, Gisela. 2016. Anak Usia 4 Tahun Perlu Mengetahui Perbedaan Jenis Kelamin. Diakses tanggal 22 Maret 2018 jam 13.44 WIB.http://nakita.grid.id/read/023960/anak-usia-4-tahun-perlu-mengetahui-perbedaan-jenis-kelamin?page=all
5. Puri. 2015. 4 Cara Mengenalkan Seks Edukasi pada Anak. Diakses tanggal 30 Maret 2018 jam 10.31 WIB.http://nakita.grid.id/read/026516/4-cara-mengenalkan-seks-edukasi-pada-anak?page=all
6. Wulantika, Surya. 2015. Pentingnya Mengenalkan Pendidikan Seks Sejak Usia Dini. Diakses tanggal 1 April 2018 jam 18.05 WIB. https://www.kompasiana.com/wicka14/pentingnya mengenalkan-pendidikan-seks-sejak-usia-dini_54f8417ca33311855e8b48f6
Published
2020-11-19
How to Cite
MEDIAWATI, Mika. STUDI PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI “PENDIDIKAN SEKS USIA DINI” DI TK AISYIYAH IV KOTA KEDIRI. Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan), [S.l.], v. 4, n. 2, p. 111 - 116, nov. 2020. ISSN 2613-9383. Available at: <https://ojs.poltekkes-malang.ac.id/index.php/idaman/article/view/2048>. Date accessed: 20 apr. 2021.
Array ( )