Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dan Tindakan Lansia Dalam Pengendalian Hipertensi (Studi Kasus Di Wilayah Posyandu RW 06 Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang
Abstract
Perilaku pengendalian hipertensi yang belum optimal akan meningkatkan faktor resiko terjadi komplikasi. Pada usia lanjut terjadi penurunan fungsi tubuh yang berdampak pada sensitifitas emosional dan psikososial. Untuk mempertahankan status kesehatan yang baik, lansia perlu mendapat dukungan dari orang terdekat yaitu keluarga dalam bentuk dukungan emosional, penilaian, instrumental dan informasional. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tindakan lansia dalam pengendalian hipertensi. Metode : Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 38 responden lansia. Variabel independen adalah dukungan keluarga. Variabel dependen adalah tindakan lansia dalam pengendalian hipertensi. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Spearman Rho dengan tingkat signifikansi ? = 0,05. Hasil : dari uji Spearman Rho didapatkan p = 0.000 dan r = 0.612 artinya kekuatan korelasi kuat. Dari 4 bentuk dukungan keluarga, dukungan emosional merupakan dukungan yang paling dominan mempengaruhi tindakan lansia dalam pengendalian hipertensi dengan nilai (p = 0.000) dan koefisiensi (r = 0.788) dengan pengaruh sangat kuat. Kesimpulan : terdapat hubungan dukungan emosional keluarga dan tindakan lansia dalam pengendalian hipertensi dengan koefisien korelasi yang sangat kuat. Dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam pengendalian hipertensi agar membentuk perilaku hidup sehat sehingga tercapai tekanan darah yang optimal. Perhatian sekecil apapun yang diberikan keluarga memiliki dampak yang besar pada lansia dalam pengendalian hipertensi