PENGARUH TERAPI DZIKIR TERHADAP SKALA NYERI PASIEN POST OPERASI
DOI:
https://doi.org/10.31290/jpk.v10i1.2256Kata Kunci:
Nyeri, terapi dzikir, Post OperasiAbstrak
Permasalahan pada pasien post operasi adalah rasa nyeri yang dirasakan akibat luka operasi. Setelah efek anestesi hilang maka pasien akan merasakan nyeri pada area dilakukan tindakan operasi. Hal ini akan mengakibatkan pasien merasa tidak nyaman, tidak tenang, gelisah dan berbagai gangguan perasaan atau mood lainnya. Secara fisiologis, dzikir akan menghasilkan beberapa efek medis dan psikologis yaitu akan membuat seimbang kadar serotonin dan norepineprin di dalam tubuh. Hal tersebut merupakan morfin alami yang bekerja di dalam otak yang dapat membuat hati dan pikiran merasa tenang setelah dzikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap skala nyeri pada pasien post operasi. Jenis penelitian ini adalah pra exsperiment one group pretest and posttest without control. Pengambilan sampel mempergunakan teknik convenience sampling dan uji statistik menggunakan uji paired t test. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rerata skala nyeri sebelum perlakuan adalah 4,95 dan rerata skala nyeri sesudah diberikan terapi dzikir adalah 3,90. Sedangkan nilai signifikansi sebesar 0,000 atau p kurang dari 0,05, sehingga terdapat pengaruh terapi dzikir terhadap skala nyeri pasien post operasi. Perawat diharapkan dapat mengaplikasikan terapi dzikir kepada pasien yang mengalami nyeri sebagai tindakan mandiri perawat dalam pengontrolan nyeri maupun dalam pengurangan nyeri pasien post operasi.
Referensi
Hidayat, S. (2014). Dzikir Khafi untuk Menurunkan Skala Nyeri Osteoartritis pada Lansia. Jurnal Wiraraja. https://ejournalwiraraja.com/index.php/JIK/article/view/119/90
Himawan, R., Rosiana, A., Yuli, S., & Ariyani, N. (2019). Pengaruh Terapi Dzikir Terhadap Tingkat Nyeri Pada Pasien Post Operasi Benigna Prostat Hyperplasia Di RSUD R.A .Kartini Jepara. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 10. http://ejr.stikesmuhkudus.ac.id/index.php/jikk/article/view/646
Kemenkes. (2018). WHO?: Masalah Kesehatan Masyarakat Indonesia Tahun 2015. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kuswandari, R., & Afsah, Y. (2016). Pengaruh Dzikir Untu Mengurangi Skala Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea. https://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/5841/11.%2520Naskah%0A%2520publikasi-sekarpdf (%0A
Nisriati, R., Suryan, L., & Afandi, M. (2016). Kombinasi Edukasi Nyeri dan Meditasi Dzikir Meningkatkan Adaptasi Nyeri PasienPasca Operasi Fraktur. Muhammadiyah Journal of Nursing. https://journal.umy.ac.id/index.php/ijnp/article/view/222/2168
Nurhayati. (2015). Relaksasi Autogenik terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Ibu Post Operasi Saecarea. Jurnal Skolastik Keperawatan, 1. https://www.neliti.com/publications/130503/relaksasi-autogenik-terhadap- penurunan-skala-nyeri-pada-ibu-post-operasi-sectio
Nursalam. (2017). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Salemba Medika.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2010). Fundamental Keperawatan. Salemba Medika.
Prabandari, D., Indriasari, & Maskoen, T. (2017). Efektivitas Analgesik 24 Jam Pascaoperasi Elektif di RSUP Dr. Sdikin Bandung tahun 2017. http:..journal.fk.unpad.ac.id/index.php/jap/article/view/122/pdf
Prasetyo. (2010). Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Graha Ilmu.
Rampengan, S., Roundonuwu, R., & Onibala, F. (2014). Pengaruh Teknik Relaksasi dan Teknik Distraksi terhadap Perubahan Intensitas Nyeri pada Pasien Post Operasi di Ruang Irina A Atas RSUP PROF. R. D. Kandou Manado. Jurnal Keperawatan. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/5172/4688
Saleh, A. (2018). Berdzikir untuk Kesehatan Syaraf (Revisi). Hikaru Publishing.
Winarko, S. (2014). Dzikir-Dzikir Peredam Stress. Mutiara Allamah Utama.
Yuliatun. (2014). Manajemen Nyeri. Bhuana Ilmu Populer.