THE EFFECTIVENESS OF PEER EDUCATOR ON INCREASE KNOWLEDGE OF CADRES POSYANDU IN STUNTING PREVENTION EFFORTS AT DINOYO DISTRICT IN MALANG CITY

  • Pudji Suryani Poltekkes Kemenkes Malang
  • Handy Lala Prodi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang

Abstract

Stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis, dipengaruhi dari kondisi ibu/calon ibu, masa janin, dan masa bayi/balita, termasuk penyakit yang diderita selama masa balita. Seperti masalah gizi lainnya, tidak hanya terkait masalah kesehatan, namun juga dipengaruhi berbagai kondisi lain yang secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 diketahui bahwa prevalensi stunting secara nasional adalah 37,2%. Prevalensi status gizi balita berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) di Jawa Timur tahun 2013 adalah 35,8% . Prevalensi stunting tersebut terdiri dari 16,8% sangat pendek dan 19% pendek. Upaya intervensi gizi spesifik difokuskan pada kelompok 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan Anak 0-23 bulan, karena penanggulangan stunting yang paling efektif dilakukan pada 1.000 HPK (periode emas atau periode kritis/windows of opportunity).


Kota dan Kabupaten Malang merupakan wilayah di Jawa Timur yang juga memprioritaskan program untuk mengatasi masalah 1000 HPK. Mengingat masalah gizi 1000 HPK merupakan masalah yang multifaktorial, maka program pengentasan masalah 100 HPK harus bersifat sensitif dan spesifik dan harus diselesaikan secara integratif melalui koordinasi yang baik antar berbagai sektor terkait serta didasarkan akar masalah yang ada. Upaya intervensi gizi spesifik difokuskan pada kelompok 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan Anak 0-23 bulan, karena penanggulangan stunting yang paling efektif dilakukan pada 1.000 HPK (periode emas atau periode kritis/windows of opportunity).


Peningkatan pengetahuan kader melalui peer educator merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang berkaitan dengan stunting. Pemberian informasi secara efektif diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan berdampak positif terhadap pengetahuan kader dalam mencegah stunting.


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas metode peer educator terhadap peningkatan pengetahuan kader Posyandu dalam pencegahan stunting di Kota Malang.


Metode yang digunakan pre dan post test, dengan jumlah sampel kader sesuai kriteria di Kelurahan Dinoyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dan sasaran 1000 HPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. terdapat peningkatan pengetahuan kader tentang pencegahan stunting secara signifikan sebelum dengan sesudah diberikan intervensi dan setelah diberikan peer educator terdapat peningkatan pengetahuan kelompok sasaran tentang pencegahan stunting secara signifikan.

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.2013. Riset Kesehatan Dasar Provinsi Jawa Timur 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.2013. Riset Kesehatan Dasar. 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta

BAPPEDA Kota Malang. 2014. Buku Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Kota Malang: BAPPEDA kota Malang: 4-19

-----------. Badan Pusat Statistik Kota Malang. 2018

Dahlan, MS. 2012. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Ed. 5. Jakarta: Salemba Medika.

Dahlan, MS. 2010. Besar sampel dan cara pengambilan sampel. Ed. 3. Jakarta: Salemba Medika.

Data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. 2017. Pemilihan 10 Desa Prioritas di 100 Kabupaten/Kota Prioritas

Emilia O. 2008. Promosi Kesehatan dalam Lingkup Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Cendekia Pers

Fajar, I., 2017. Model Penanganan Stunting Berdasarkan Analisis Faktor Pada Anak Balita di Kabupaten Malang. Poltekkes Kemenkes malang
Hafess, A., et al. 2011. The Role of Health Extension Workers Programme in Pakistan: Callenges, Achievements, and The Way Forward. J park med Assio: 61:210-5

Hoddinott, J. et al., 2013. Adult consequences of Growth Failure in Early Childhood. Am J Clin Nutr 98: 1170-1178.

Kemenkes RI. 2012. Ayo ke Posyandu Setiap Bulan. Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan

Kemenkes RI. 2016. Situasi balita pendek. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Mamiro, P.S., Kolsteren, P., Roberfroid, D., Tatala, S., Opsomer, A.S., Camp, H.V., 2005. Feeding Practices and Factors Contributing to Wasting, Stunting, and Iron-deficiency Anaemia among 3-23-month Old Children in Kilosa District, Rural Tanzania. J Health Popul Nutr 23 (3): 222-230.

Millennium Challenge Account – Indonesia. Stunting dan Masa Depan Indonesia. Tersedia dari: http/ www.mca-indonesia.go.id diunduh tanggal: 13 Oktober 2016.

Minarto. 2014. A New Initiative to Reduce Stunting Melalui Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM) Community based Health and Nutrition-MCA Indonesia. Yogyakarta: Kursus Penyegar Ilmu Gizi dan Temu Ilmiah Internasional

Notoatmodjo, S. 2014. Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta: Jakarta

Perignon, et al., 2014. Stunting Poor Iron Status and Parasite Infection are Significant Risk Factors for Lower Cognitive Performance in Cambodian School-Aged Children. Plos One 9 (11)

Picauly I dan Toy SM. 2013. Analisis Determinan dan Pengaruh Stunting Terhadap Prestasi Belajar Anaka Sekolah di Kupang Timur NTT. Jurnal Gizi dan Pangan; 8(1):55-62

Suliastutik & Suwita, 2017. Analisis Faktor Kejadian Stunting Pada Balita Di Kota dan Kabupaten Malang. Poltekkes Kemenkes Malang

UNICEF World Food Programe and World Health Organization. 2010. Asia Pasific Regional Workshop on The Reduction of Stunting Through Improvement of Complementary Feeding and Maternal Nutrition. Tersedia dari: http://www.unicef.org/eapro/WorkshopReportReductionOfStunting_2010-06-07_FINAL. pdf diunduh 5 Oktober 2018

Yulizawati. 2016. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Peer Education Mengenai Skrining Prakonsepsi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur di Wilayah Kabupaten Agam: FK UNAND
Published
2021-08-09
How to Cite
SURYANI, Pudji; LALA, Handy. THE EFFECTIVENESS OF PEER EDUCATOR ON INCREASE KNOWLEDGE OF CADRES POSYANDU IN STUNTING PREVENTION EFFORTS AT DINOYO DISTRICT IN MALANG CITY. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI), [S.l.], v. 7, n. 1, p. 11-18, aug. 2021. ISSN 2615-5516. Available at: <https://ojs.poltekkes-malang.ac.id/index.php/JIKI/article/view/2392>. Date accessed: 10 dec. 2022. doi: https://doi.org/10.31290/jiki.v7i1.2392.