https://ojs.poltekkes-malang.ac.id/ijhimr/issue/feedIndonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)2026-03-31T00:00:00+00:00Ayu Tyas PurnamasariAyutyasp97@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)</strong> is a scientific journal that disseminates various papers in the forms of literature reviews and original articles with a focus on management information systems, medical records, health insurance, health financing, health policy, and other issues related to social security. This publication is issued twice a year (March and October) and accepts original articles and literature reviews. There is no charge for the manuscript sent. All manuscripts must be sent to the Editor of the Indonesian Health Information Journal through the Online Submission at this journal website. If the author has problems when sending the manuscript online, please contact the Editor.</p> <p> </p>https://ojs.poltekkes-malang.ac.id/ijhimr/article/view/5924Analisa Kepuasan Petugas Kesehatan dalam Penerapan Rekam Medis Elektronik Di Rs X Tahun 20252025-09-10T02:37:55+00:00Aisyah Shinta Balqisaisyahshinta490@gmail.comFery Fadlyferfadl27@gmail.com<p>Pemanfaatan Rekam Medis Elektronik menjadi krusial dalam mendukung efisiensi pelayanan kesehatan dan pengambilan keputusan di rumah sakit. Namun, implementasi sistem ini tidak selalu berjalan mulus dan seringkali tidak diimbangi dengan tingkat kepuasan pengguna yang optimal. Untuk memastikan keberhasilan jangka panjang RME, penting untuk memahami seberapa puas pengguna akhir, khususnya petugas kesehatan, terhadap sistem yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan End-User Computing Satisfaction (EUCS) untuk mengukur dimensi-dimensi kepuasan seperti konten, akurasi, format, ketepatan waktu, dan kemudahan penggunaan. Metode analitik kuantitatif melibatkan seluruh individu yang bertugas di RS X yang mengoperasikan dan mengakses SIMRS, yaitu sebanyak 498 orang. Jumlah sampel yang diambil adalah 78 orang dengan menerapkan Stratified Random Sampling. Teknik untuk menganalisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis univariat dengan bantuan program Aplikasi Analisis dan Pengolahan Data. Rata-rata untuk variabel konten mencapai 75%, yang menunjukkan bahwa pengguna SIMRS merasa puas dengan aspek ini. Angka rata-rata untuk variabel keakuratan adalah 71%, menandakan bahwa variabel ini juga termasuk dalam kategori puas. Rata-rata untuk variabel tampilan tercatat sebesar 76%, yang juga menunjukkan kategori puas. Untuk variabel kemudahan pengguna, rata-rata tercatat 74%, dan ini termasuk dalam kategori puas. Rata-rata untuk variabel ketepatan waktu juga mencapai 74%, yang menunjukkan bahwa kepuasan pengguna SIMRS di aspek ini tetap berada dalam kategori puas. Dengan variabel keakuratan menunjukkan nilai terendah dan variabel tampilan memiliki nilai tertinggi, sementara skor berkisar antara 2 hingga 5. Hasil tingkat kepuasan pengguna SIMRS di RS X yang diukur melalui metode EUCS masuk dalam kategori “Puas”.</p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)https://ojs.poltekkes-malang.ac.id/ijhimr/article/view/6037Hubungan Faktor Demografis Terhadap Pencairan Klaim Jaminan Hari Tua di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batu Kota2025-10-31T12:56:36+00:00Nabila Ayu Kusumaningtyaskusumanabila643@gmail.comHerlinda Dwi Ningrumherlindadwiningrum@poltekkes-malang.ac.idAnggi Ardhiastianggiardhiasti@gmail.com<p><strong>Latar belakang:</strong> Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan salah satu program BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan finansial bagi pekerja setelah tidak aktif bekerja. Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2015, terjadi peningkatan signifikan dalam pencairan klaim JHT, terutama sebelum masa pensiun. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan tujuan JHT sebagai tabungan hari tua. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap keputusan pencairan klaim adalah faktor demografis. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor demografis (tingkat pendidikan, pendapatan, lama bekerja, dan status pernikahan) terhadap pencairan klaim JHT di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batu Kota. <strong>Metode Penelitian:</strong> Penelitian ini menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 81 peserta klaim JHT yang dipilih menggunakan rumus slovin dari total populasi 3.138 peserta. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact Test. <strong>Hasil Penelitian</strong> menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,189), pendapatan (p=1,000), lama bekerja (p=0,125), dan status pernikahan (p=1,000) dengan pencairan klaim JHT. <strong>Kesimpulan:</strong> Faktor demografis yang diteliti dalam penelitian ini tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap pencairan klaim JHT. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pencairan JHT kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar karakteristik demografis, seperti kebutuhan ekonomi mendesak,persepsi terhadap kebijakan, atau literasi keuangan.</p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)https://ojs.poltekkes-malang.ac.id/ijhimr/article/view/6024Hubungan Malaria Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Marauw Kabupaten Biak Numfor2026-03-16T05:31:32+00:00Ika Wijayantiika.midwifery@gmail.comEndang Trisnawatiendangtrisnawati@gmail.comDiana Maryendianamaryen@gmail.com<p style="font-weight: 400;"><em>Background: Stunting is a global nutritional problem. Within the first 1,000 days of life (HPK), children are vulnerable to stunting, which can impact their growth. Frequent infectious diseases in toddlers are closely linked to suboptimal growth, thus contributing to stunting. Malaria is a direct cause of malnutrition in children and vulnerable populations. The purpose of this study was to determine the relationship between malaria and stunting in toddlers aged 24-59 months in the Marauw Community Health Center (Puskesmas) working area, Biak Regency.</em></p> <p style="font-weight: 400;"><em>Research Method: This study used a quantitative cross-sectional design. The population was all toddlers with stunting and toddlers with a history of malaria aged 24-59 months within the Marauw Community Health Center working area. A total sampling technique was used to select 84 samples. The statistical test used was the chi-square test.</em></p> <p style="font-weight: 400;"><em>Research results: There is a relationship between malaria and stunting in toddlers aged 24-59 months in the Marauw Community Health Center working area, Biak Regency, with a p-value of 0.015.</em></p> <p><em style="font-weight: 400;">Conclusion: This study concludes that there is a relationship between malaria and stunting in toddlers aged 24-59 months in the Marauw Community Health Center working area, Biak Regency.</em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)https://ojs.poltekkes-malang.ac.id/ijhimr/article/view/6064Gambaran Pengajuan Klaim Rawat Inap COB (Coordination of Benefit) JKN dan Asuransi Mandiri Inhealth di Rumah Sakit Rizani Probolinggo 2026-03-16T05:30:07+00:00Leylina Budiartileylinabudiartini@gmail.comEko Rahman Setiawaneko_rahman_s@poltekkes-malang.ac.idHerlinda Dwi Ningrumherlindadwiningrum@poltekkes-malang.ac.id<p><strong>Latar Belakang</strong>: <em>Coordination of Benefit</em> (COB) adalah metode koordinasi manfaat asuransi ganda untuk mencegah pembayaran berlebih dan memperluas cakupan layanan. Rumah Sakit Rizani sebuah rumah sakit tipe C, telah menerapkan COB sejak 2022. Data observasi dan wawancara pada periode Juli-September 2024 menunjukkan 76 klaim rawat inap COB dari 6 perusahaan asuransi, dengan 19 klaim mayoritas dari Mandiri <em>InHealth</em>. Dalam prosesnya masih terdapat kendala seperti ketidaklengkapan berkas pasien dan penunjang, pengisian resume medis oleh DPJP, serta revisi <em>billing. </em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengajuan klaim rawat inap COB <em>(Coordination of Benefit)</em> JKN dan asuransi Mandiri <em>InHealth</em> di Rumah Sakit Rizani Probolinggo. <strong>Metode Penelitian:</strong> Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Rizani Probolinggo menggunakan metode deskriptif kualiatatif, teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara mendalam terhadap 6 informan dan menggunakan triangulasi sumber untuk uji keabsahan. <strong>Hasil penelitian</strong> : Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengajuan klaim rawat inap COB melibatkan beberapa tahapan mulai dari pendaftaran pasien, verifikasi, hingga pengajuan klaim ke BPJS Kesehatan dan Mandiri <em>InHealth</em>. Proses ini melibatkan SDM dengan latar belakang kesehatan dan non-kesehatan, serta melibatkan berbagai unit rumah sakit dan aplikasi penunjang seperti Pelkes <em>Online</em>, Simo, E-Klaim, V-Klaim (eksternal), Evomedis, <em>Casemix Apps</em> (internal). Dalam proses pengajuannya, ditemukan kendala terkait kelengkapan dokumen dan implementasi SPO. RS Rizani belum memiliki SPO khusus untuk COB JKN dan Mandiri <em>InHealth</em>, namun RS Rizani mengacu pada SPO <strong>yang berlaku untuk seluruh jenis asuransi</strong>. <strong>Kesimpulan : </strong>Pengajuan klaim rawat inap COB JKN dan asuransi Mandiri <em>InHealth</em> melalui beberapa tahapan yang meliatkan SDM, unit, serta aplikasi pendukung. Dalam prosesnya RS rizani belum memiliki SPO khusus COB JKN dan Mandiri <em>InHealth</em>. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit menyusun SPO spesifik, meningkatkan pelatihan SDM, menempatkan staf khusus untuk pengelolaan berkas klaim, serta memperkuat koordinasi guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan klaim COB.</p> <p>Kata kunci: COB, JKN, Mandiri <em>InHealth, </em>Pengajuan klaim, rawat inap</p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)https://ojs.poltekkes-malang.ac.id/ijhimr/article/view/6165Hubungan Kelengkapan Pengisian Resume Medis terhadap Keakuratan Kode Diagnosis di RS Mardiwaluyo Kota Blitar2026-03-16T05:24:54+00:00M. Rizky Ardiansyahmrizkyardiansyah@gmail.comElystia Vidia Marselinaelys_jkt@poltekkes-malang.ac.idBernadus Rudy Sunindyabrsunindya@gmail.com<p><strong>Latar Belakang</strong>: Resume medis yang lengkap merupakan dasar pengodean diagnosis ICD-10 yang akurat, yang berdampak pada mutu data, klaim pembiayaan, dan keputusan manajerial. Studi pendahuluan di RS Mardiwaluyo Kota Blitar menunjukkan adanya ketidaklengkapan resume dan ketidakakuratan kode yang berpotensi menurunkan kualitas pengelolaan rekam medis. <strong>Tujuan</strong>: Menganalisis hubungan antara kelengkapan pengisian resume medis dengan keakuratan kode diagnosis di RS Mardiwaluyo Kota Blitar.<strong> Metode</strong>: Penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 97 dokumen rekam medis diambil secara simple random sampling dari populasi 2.197 dokumen. Data dikumpulkan melalui observasi lembar checklist dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. <strong>Hasil</strong>: Dari 97 resume medis, 78 dokumen (80,4%) lengkap dan 19 (19,6%) tidak lengkap. Untuk keakuratan kode, 69 dokumen (71%) akurat dan 28 (28%) tidak akurat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p-value sebesar 0,402 (>0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara kelengkapan pengisian resume medis dengan keakuratan kode diagnosis. <strong>Kesimpulan:</strong> Mayoritas resume medis di RS Mardiwaluyo telah lengkap dan kodenya akurat. Namun, kelengkapan pengisian secara statistik tidak berhubungan signifikan dengan keakuratan kode. Hal ini menunjukkan bahwa keakuratan kode diagnosis dipengaruhi oleh faktor lain di luar kelengkapan administratif resume medis.</p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)https://ojs.poltekkes-malang.ac.id/ijhimr/article/view/6372Evaluasi Penetapan Tarif Kamar Rawat Inap menggunakan Unit Cost dengan Metode Hybrid2026-03-30T03:33:32+00:00Puguh Priyo Widodopuguh_priyo_widodo@poltekkes-malang.ac.idParawiyatiparawiyati@unmer.ac.id<p>Rumah sakit X yang menjalankan misi sosial dan kemanusiaan (<em>social orientetd</em>) juga harus mencari keuntungan (profit oriented) untuk meningkatkan kesejahteraan sumber daya manusia dan mutu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien. Sehingga rumah sakit harus menyelenggarakan manajemen keuangan dalam hal penetapan tarif pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Salah satu tarif pelayanan kesehatan adalah tarif kamar rawat inap. Penelitian bertujuan untuk melakukan evaluasi penetapan tarif kamar rawat inap dengan metode Hybrid. Penelitian menggunakan <em>Operational research</em> yang bersifat deskriptif dengan pendekatan data kuantitatif dan kualitatif. Data yang digunakan adalah biaya investasi, biaya operasional, biaya pemeliharaan, dan utilitas rawat inap. tarif kamar rawat inap RS yang telah ditetapkan lebih kecil dibandingkan dengan unit cost yang telah dilakukan perhitungan, hal ini terjadi karena unit cost memperhatikan (1) <em>cost modelling</em>, (2) alokasi biaya pada pusat overhead, (3) alokasi biaya pada pusat intermediet, (4) jumlah biaya pada pusat final kamar rawat inap, (5) cost driver dan (6) ketepatan utilitas yang digunakan di kamar rawat inap. Penelitian bisa digunakan untuk pertimbangan pengambilan keputusan penetapan tarif kamar rawat inap dan melakukan kendali mutu dan biaya pelayanan kesehatan. </p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)