Studi Literatur: Hubungan Pemberian ASI dengan Kejadian Ikterus Neonatorum

Authors

  • Latiefatus Salaamah Puskesmas Rambipuji, Jember, Indonesia
  • Jamhariyah Jamhariyah Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia
  • Riza Umami Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia
  • Kiswati Kiswati Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31290/majory.v4i1.2973

Keywords:

Pemberian ASI, Ikterus Neonatorum

Abstract

Ikterus neonatorum menjadi salah satu penyebab kematian neonatal di Indonesia. Ikterus dapat disebabkan oleh akumulasi bilirubin tak terkonjugasiyang salah satunya karena kurangnya pemberianASI pada minggu pertama kelahiran.Studi literaturini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi pemberian ASI dengan kejadian ikterus neonatorum. Studi literatur inidilakukandengan menentukan topik dan merumuskan PICOT. Kriteria artikel yang ditelaah adalah artikel dengan rentang tahun 2016-2020dan menggunakan database Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu “ASI”AND“Ikterus Neonatorum”atau “Breastfeeding”AND“Jaundice”. Berdasarkan telaah5 artikel penelitian diperoleh hasil pemberian ASI dilakukan dengan frekuensi 8-12 kali per hari, bayi baru lahir dapat mengalami ikterus neonatorum fisiologis. Telaah4 artikel menunjukkanada hubungan antara pemberian ASI dengan ikterus neonatorum dan 1 artikel menunjukkantidak ada hubungan antara pemberian ASI dengan ikterus neonatorum. Semakin sering pemberian ASI,maka kemungkinan terjadi ikterus neonatorum semakin rendah. Hal ini menunjukkan adanya peran bidan dan konselor ASI memberikan KIE selama proses kehamilan dan menyusui, praktek menyusui meliputi posisi perlekatan payudara, pelaksanaan IMD pada bayi baru lahir tanpa komplikasi, pemberian ASI segera setelah bayi lahir yang seluruhnya dapat mendukung frekuensi pemberian ASI dan mengurangi kejadian ikterus neonatorum.

Published

2022-04-30

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)