Hubungan Status Gizi (Indeks Massa Tubuh) Dengan Usia Menarche Pada Remaja Putri Di SMP Plus Darus Sholah Jember

Authors

  • Regina Diah Bela Salindri Poltekkes Kemenkes malang
  • Kiswati Kiswati Poltekkes Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.31290/jmch.v3i1.6546

Keywords:

Indeks Massa Tubuh, Menarche, Remaja Putri, Status Gizi

Abstract

Menarche merupakan indikator penting dari perkembangan pubertas pada remaja putri, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi. Rata-rata usia menarche remaja putri di Indonesia adalah 13 tahun. Hasil studi pendahuluan pada 15 remaja putri didapatkan memiliki IMT yang normal paling banyak mengalami menarche di usia 11-13 tahun yaitu 7 responden (46,6%), Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan usia menarche remaja putri. Metode: Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 35 responden dengan jumlah sampel 32 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur menggunakan quisioner dan z-score untuk mengidentifikasi status gizi. Analisis data menggunakan Uji Spearman Rank. Hasil: 56,25% IMT normal, 34,38% IMT gemuk, 6,25% IMT obesitas, 3,13% IMT kurus. 84,38% menarche normal, 9,38% menarche dini, dan 6,25% menarche terlambat. Nilai p-value 0,000 < α, rs=0,584 yang artinya terdapat hubungan cukup kuat antara IMT dengan Usia menarche pada remaja putri di SMP Plus Darus Sholah Jember. Diskusi: Status gizi yang ideal berperan penting dalam mendukung perkembangan pubertas yang normal. Remaja putri dengan IMT yang seimbang cenderung mengalami menarche pada usia yang sesuai dengan rentang normal. Guru dan orang tua diharapkan dapat mengatur pola makan dan aktivitas fisik remaja putri agar seimbang untuk mendukung perkembangan IMT ideal.

Downloads

Published

2026-05-28

How to Cite

Salindri, R. D. B. ., & Kiswati, K. (2026). Hubungan Status Gizi (Indeks Massa Tubuh) Dengan Usia Menarche Pada Remaja Putri Di SMP Plus Darus Sholah Jember. Jember Maternal and Child Health Journal, 3(1), 42–51. https://doi.org/10.31290/jmch.v3i1.6546