Hubungan Ketuban Mekoneal Dengan Kejadian Asfiksia Neonaturum Di RSD Kalisat Jember
DOI:
https://doi.org/10.31290/jmch.v3i1.6524Keywords:
Asfiksia Neonatorum, Ketuban MekonealAbstract
Ketuban mekoneal merupakan ketuban yang bercampur mekoneum bayi yang beresiko menyebabkan Meconeal Aspirasi Syndrome (MAS) sehingga menyebabkan asfiksia pada bayi. WHO melaporkan 60.000 kasus ketuban mekoneal pada 2019, dengan 2-6% mengalami MAS. Di Indonesia tahun 2019 kejadian ketuban mekoneal sebanyak 14.479 kasus. Kabupaten jember khususnya di RSD Kalisat , pada tahun 2022 terjadi 799 kasus ketuban mekoneal, 502 kasus MAS, dan 409 kasus asfiksia. Tahun 2023 meningkat menjadi 824 kasus ketuban mekoneal, 651 kasus MAS, dan 551 kasus asfiksia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ketuban mekoneal dengan kejadian asfiksia neonatorum Penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional retrospektif. Populasi sebanyak 405 ibu bersalin pada bulan Oktober-Desember 2023, sampel sebanyak 201 ibu bersalin dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Analisis menggunakan uji Chi Square.Berdasarkan hasil analisis menggunakan Chi- Square, didapatkan ada hubungan antara ketuban mekoneal dengan kejadian Asfiksia Neonatorum dengan ρ value 0,000 < α (0,05) dengan kekuatan hubungan sedang. Sebagian besar ibu bersalin mengalami ketuban mekoneal yang menyebabkan MAS sehingga bayi mengalami asfiksia. ANC teratur dapat dilakukan oleh ibu hamil serta rutin mengikuti kelas ibu hamil untuk mengetahui dan menghindari penyebab dari ketuban mekoneal yang akan menyebabkan asfiksia pada bayi





_.png)
