IDENTIFIKASI KANDUNGAN KROMIUM (Cr) PADA LIMBAH CAIR DAN KERUPUK RAMBAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN TERHADAP DAMPAK KESEHATAN

  • Fitria Nur Azizah Universitas Jember
  • Prehatin Trirahayu Ningrum Universitas Jember, Jalan Kalimantan 37 Kampus Tegal Boto Jember 68121
  • Ellyke Ellyke Universitas Jember, Jalan Kalimantan 37 Kampus Tegal Boto Jember 68121

Abstract

Proses pembuatan kerupuk rambak akan menghasilkan limbah cair yang mengindikasikan mengandung kromium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan kromium pada limbah cair dan kerupuk rambak di industri kerupuk rambak UD.X di Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode peneltian deskriptif. Sampel penelitian ini menggunakan grab sampling untuk pengambilan limbah cair yakni sebanyak 1,5 L dan purposive sampling untuk pengambilan kulit mentah dan kerupuk rambak yakni sebanyak 10 gram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahap pembuatan kerupuk rambak UD.X yaitu tahap perebusan, pengguntingan, pembumbuan, penjemuran, penggorengan I dan penggorengan II. Hasil pemeriksaan uji laboratorium, sampel limbah cair mengandung kromium sebesar 2,17 mg/l. Sampel kulit mentah sebesar 0,0315 mg/kg dan kerupuk rambak sebesar 0,0426 mg/kg.

References

Amertaningtyas, D. (2011). Pengolahan Kerupuk Rambak Kulit di Indonesia. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 21 (3):18-29.
Astawan, M. (1989). Teknologi Pengolahan Pangan Tepat Guna. Jakarta: Akademika Pressindo.
Ayu, A., Rahmawati, F., & Zukhri, S. (2016). Pengaruh Penggunaan Berulang Minyak Goreng terhadap Peningkatan Kadar Asam lemak Bebas dengan Metode Alkalimetri. CERATA Jurnal Ilmu Farmasi (Journal
of Pharmacy Science), 6(1).
Bielicka, A., I. Bojanowska, dan A. Wisniewski. (2005). Two Faces of Chromium-Pollutant and Bioelement. Polish Journal of Environmental Studies 14 (1): 5-10.
Homa, D., E. Haile, dan A. P. Washe. (2016). Determination of Spatial Chromium Contamination of the Environmental around Industrial Zones. International Journal of Analytical Chemistry 2016:7.
Hutagalung, H.P. (1984). Logam Berat dalam Lingkungan Laut. Oseana. Vol. IX, No. 4. Puslitbang Oseanologi-LIPI. Jakarta. Hal 11-20
Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Nomor 0375/B/SK/VII/89 tentang Batas Maksimal Cemaran Logam dalam Makanan
Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 52 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya
Sari, K. A., P. H. Riyadi dan A. D. Angga. (2014). Pengaruh Lama Perebusan dan Konsentrasi Larutan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Kadar Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Kerang Darah (Anadara granosa). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3(2):1-10. Universitas Diponegoro.
SNI 01-4308-1996. Kerupuk Kulit. Badan Standarisasi Nasional
Sundari, D., Almasyuri, dan A. Lamid. (2015). Pengaruh Proses Pemasakan Terhadap Komposisi Zat Gizi Bahan Pangan Sumber Protein. Media Litbangkes, 25(4):235-242
Susanti, E., Henny. (2008). Pedoman Pengolahan Limbah Cair yang Mengandung Kromium Dengan Sistem Lahan Basah Buatan Dan Reaktor Kolom. Pusat Penelitian Limnologi. LIPI. Cibinong. 49 hal.
Suandi, D. A. P., N. M. Suaniti dan A. A. B. Putra. (2017). Analisis Bilangan Peroksida Minyak Sawit hasil Gorengan Tempe pada Berbagai Waktu Pemanasan dengan Titrasi Iodometri. Jurnal Kimia,11 (1):69-74. Universitas Udayana.
Undang-undang Nomor 52 Tahun 2014 tentang keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan
Widowati, W. (2008). Efek Toksik Logam. Yogyakarta: Penerbit Andi
Published
2018-06-06
How to Cite
AZIZAH, Fitria Nur; NINGRUM, Prehatin Trirahayu; ELLYKE, Ellyke. IDENTIFIKASI KANDUNGAN KROMIUM (Cr) PADA LIMBAH CAIR DAN KERUPUK RAMBAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN TERHADAP DAMPAK KESEHATAN. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI), [S.l.], v. 4, n. 1, p. 14-19, june 2018. ISSN 2615-5516. Available at: <http://ojs.poltekkes-malang.ac.id/index.php/JIKI/article/view/340>. Date accessed: 21 may 2019. doi: https://doi.org/10.31290/jiki.v(4)i(1)y(2018).page:14-19.