RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS TIDUR PASIEN YANG MENJALANI RAWAT INAP DI PUSKESMAS PURWODADI KABUPATEN PASURUAN

  • Marsaid Marsaid Poltekkes Kemenkes Malang

Abstract

Pada klien dengan hospitalisasi, kemungkinan timbulnya stresor yang mengarah pada gangguan pola tidur menjadi lebih besar. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan gangguan pola tidur adalah lingkungan rumah sakit yang asing, rasa nyeri yang dirasakan, cemas akan prognosa penyakit atau tindakan operatif yang akan dilakukan dan pengaruh obat-obatan. Keadaan tidur yang terganggu dalam waktu yang lama akan mengakibatkan gangguan tubuh bahkan sampai terjadi perubahan kepribadian. Dalam tradisi praktik keperawatan, sebuah teknik yang telah lama diperkenalkan untuk mengatasi masalah tidur yang terjadi pada klien adalah metode relaksasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif  terhadap kualitas dan kuantitas tidur klien. Jenis penelitian menggunakan quasi eksperimen, bersifat komparatif menggunakan desain post tes dengan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji statistik Mann-Whitney. Jumlah sampel adalah 30 orang yang terdiri dari 15 orang untuk kelompok kontrol dan 15 orang untuk kelompok perlakuan relaksasi otot progresif. Data hasil penelitian didapatkan ada pengaruh yang signifikan pada kualitas tidur antara klien dengan perlakuan relaksasi otot progresif  dengan klien tanpa perlakuan relaksasi otot progresif (p=0,005<0,05). Kualitas tidur pada kelompok tanpa relaksasi otot progresif adalah 9 responden dalam kategori kurang sedangkan sisanya 6 responden dalam kategori cukup. Kualitas tidur yang dicapai oleh kelompok dengan perlakuan relaksasi otot progresif adalah lebih baik dari pada kelompok tanpa perlakuan relaksasi otot progresif, dengan hasil penelitian 15 responden (100%) bernilai baik. Sedangkan data hasil penelitian kuantitas tidur didapatkan  ada pengaruh yang signifikan kuantitas tidur antara klien dengan perlakuan relaksasi otot progresif dengan klien tanpa perlakuan relaksasi otot progresif (p=0,014<0,05). Kuantitas tidur klien dengan perlakuan relaksasi otot progresif lebih normal dibanding  dengan tanpa perlakuan relaksasi otot progresif. Adapun dengan hasil penelitian sebagai berikut, untuk kelompok responden tanpa relaksasi otot progresif didapatkan 15 responden kuantitas tidurnya kurang sedangkan untuk kelompok responden dengan relaksasi otot progresif didapatkan 3 responden kuantitas tidurnya kurang dan sisanya 12 responden kuantitas tidurnya cukup.


Kata kunci: relaksasi otot progresif, kualitas, kuantitas tidur.


 

Published
2018-11-27
How to Cite
MARSAID, Marsaid. RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS TIDUR PASIEN YANG MENJALANI RAWAT INAP DI PUSKESMAS PURWODADI KABUPATEN PASURUAN. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI), [S.l.], v. 4, n. 2, p. 108-111, nov. 2018. ISSN 2615-5516. Available at: <http://ojs.poltekkes-malang.ac.id/index.php/JIKI/article/view/286>. Date accessed: 01 apr. 2020. doi: https://doi.org/10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:108-111.